Wednesday, 9 October 2013

Confessions Of A Shopaholic (The girl in the green scarf) Versi Saya

Beberapa  hari yang lalu saya menonton film dengan judul yang saya sebut di atas. Rencana hari itu sudah buat janji dengan seorang sahabat yang bersedia menemani saya untuk jalan-jalan dan makan-makan sekedar ngilangin suntuk, tetapi begitu melihat jadwal tayangnya, saya jadi memundurkan jam berangkat.

Suka!!! Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan betapa film ini menjadi salah satu film favorit saya. Why??? There’s always a reason right? Because…ada hikmah yang bisa saya tarik dari alur ceritanya. Ga percaya? Hehe…simak ulasan saya berikut ini :
Film ini bercerita tentang Rebecca Bloomwood, seorang gadis muda, periang, jurnalis, memiliki 12 kartu kredit dan gila belanja.  Dia tinggal di apartemen milik orang tua sahabatnya yang bernama Suze.
Suatu hari majalah tempatnya bekerja bangkrut, sehingga dengan kondisinya yang jobless, Rebecca harus membayar hutangnya yang sudah terlanjur menumpuk, sekitar 9000an USD.

Dengan hutang sebegitu banyak, dan debt collector (Derek Smeath) yang selalu menelpon untuk menagih hutang.
Rebecca akhirnya bekerja di Succesful Saving, sebuah majalah keuangan karena artikel yang rencananya akan dikirim ke Alette –sebuah majalah mode, tempat impiannya untuk bekerja- malah terkirim ke Succesful Saving.

The best thing adalah Editor Majalah Succesful Saving, Luke Brandon, menyukai artikel yang dibuat oleh Rebecca. Dalam masa percobaan kerja 3 bulan, Luke Brandon meminta Rebecca menulis sebuah artikel yang akhirnya mengangkat namanya menjadi kolumnis yang menaikkan citra perusahaan. The Girl in the green scarf (gadis dengan selendang / syal hijau), nama yang cantik yang diusulkan Luke Brandon sebagai nama pena buat Rebecca. Selendang hijau itu dibeli Rebecca dengan uang pemberian dari Luke Brandonkarena Luke Brandon kasihan ketika Rebecca berbohong bahwa Selendang hijau itu diperlukan untuk Bibinya yang kedinginan di Rumah Sakit.

Akhir cerita, Rebecca ditemani Luke Brandon masuk di salah satu acara televisi untuk membahas artikelnya. Dan disitulah Rebecca dipermalukan saat Derek Smeath hadir dan membacakan alasan-alasan Rebecca selama masa penagihan hutang. Luke Brandonmarah, merasa dibohongi.
Ditambah lagi, baju pengiring pengantin untuk pernikahan Suze juga tergadaikan di toko amal karena program perkumpulan anti belanja yang diikutinya memintanya untuk menyumbangkan baju tersebut ke toko amal ketika Rebecca secara tidak sengaja hadir di perkumpulan anti belanja tersebut membawa tas belanjaan. Suze nya marah besar. Bahasa kita nya ujian kali ya buat si Rebecca, atau musibah?

Hal apa yang mengesankan?
Pertama, dari acara televisi yang mungkin telah mempermalukannya tersebut, ternyata hikmahnya langsung kelihatan. Terbukti dengan Alette Naylor, Owner majalah Alette datang ke rumahnya untuk mengajak Rebecca bergabung di Alette. Ah..siapa sih yang bisa nolak? Pekerjaan impian sudah di depan mata. Tapi dengan tegas Rebecca berkata “aku sudah banyak melakukan kesalahan. Jika aku bergabung dengan Alette, aku akan menambah kesalahanku”. Komen saya : Good job Rebecca ! Ibarat pepatah, berani menolak sesuatu yang tidak baik maka kamu akan mendapatkan gantinya yang jauh lebih baik.

Kedua, dengan kesalahan yang telah dibuatnya tadi, Rebecca bangkit dan memperbaiki diri. Dia melelang semua barang belanjaannya yang seabrek-abrek termasuk selendang hijau yang sangat berarti dalam karirnya. Semua barang ludes terjual dan selendang hijau pun jatuh kepada seorang gadis muda penawar lelang seharga 300 USD. Akhirnya dari hasil lelang tersebut, Rebecca mampu membayar hutangnya ke Derek Smeath. Hutang pun lunas. Komen saya : dalam hidup, pastinya kita pernah melakukan kesalahan. Kalo kata Bung Roma, orang yang baik bukannya tidak pernah melakukan kesalahan. Tetapi yang melakukan kesalahan dan memperbaikinya. Hehe…kalo tidak, kata Bung Roma lagi “ter-la-lu”

Ketiga, akhirnya Rebecca bisa mendapatkan kembali baju pengiring pengantinnya dan bisa hadir di acara pernikahan sahabat baiknya, Suze. Suze pun memaafkan Rebecca. Komen saya : Ah, cinta selalu bisa memberi maaf... Senangnya punya sahabat seperti itu. Sefatal-fatalnya kesalahanmu, seorang sahabat akan memberi maaf jika kamu memperbaiki kesalahanmu. Sahabat baik itu memang harus dimiliki. Mereka bagaikan keluargamu sendiri. Seperti hadits "Dan perumpamaan teman yang baik, ibarat seorang penjual minyak wangi. Kalaupun dia tidak memberikan minyak wanginya, setidaknya kita mendapatkan aromanya yang semerbak. Sementara perumpamaan teman yang jahat, tak ubahnya seperti tukang besi. Kalaupun kita tidak terkena asap hitamnya, setidaknya kita akan mencium bau busuk dari tungkunya."
Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab Al-Adab (4191).

Keempat, sepulangnya dari acara pernikahan Suze, Rebecca bertemu dengan Luke Brandon. Luke Brandon pun memaafkan Rebecca, kemudian memberikannya selendang hijau yang sudah dilelangnya tadi. Ternyata gadis muda pemenang lelang tadi adalah orang yang disuruh Luke Brandon untuk mengikuti lelang. Rebecca akhirnya bekerja di majalah baru yang dipimpin Luke Brandon dan menjalin hubungan dengannya. Komen saya : Ah, habis gelap terbitlah terang. Habis hujan terbitlah pelangi. Ah, sekali lagi…, cinta selalu bisa memberi maaf...

Then, Rebecca had it all after she fixed her mistakes; friendship, job and man who love her very much.

Nah kan…kita bisa mengambil pelajaran bahkan pada suatu film drama western seperti Confessions of A Shopaholic ini.

Akhir kata, saya akan menukil terjemahan dari dua buah Q.S berikut ini :
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” (QS (Ar-Ra’du) 13:11)

 “Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”
(QS (Al-'Asyr) 94:5-8).

Sekian dari saya, have a nice reading….

(Note : Tulisan ini pernah saya publish di Facebook note saya pada tanggal 10 Maret 2013)


No comments:

Post a Comment