Confessions Of A Shopaholic (The girl in
the green scarf) Versi Saya
Beberapa hari yang lalu saya menonton film dengan
judul yang saya sebut di atas. Rencana hari itu sudah buat janji dengan seorang
sahabat yang bersedia menemani saya untuk jalan-jalan dan makan-makan sekedar
ngilangin suntuk, tetapi begitu melihat jadwal tayangnya, saya jadi memundurkan
jam berangkat.
Suka!!!
Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan betapa film ini menjadi salah satu
film favorit saya. Why??? There’s always a reason right? Because…ada hikmah
yang bisa saya tarik dari alur ceritanya. Ga percaya? Hehe…simak ulasan saya
berikut ini :
Film ini
bercerita tentang Rebecca Bloomwood, seorang gadis muda, periang, jurnalis,
memiliki 12 kartu kredit dan gila belanja.
Dia tinggal di apartemen milik orang tua sahabatnya yang bernama Suze.
Suatu hari
majalah tempatnya bekerja bangkrut, sehingga dengan kondisinya yang jobless,
Rebecca harus membayar hutangnya yang sudah terlanjur menumpuk, sekitar 9000an
USD.
Dengan
hutang sebegitu banyak, dan debt collector (Derek Smeath) yang selalu menelpon
untuk menagih hutang.
Rebecca
akhirnya bekerja di Succesful Saving, sebuah majalah keuangan karena artikel
yang rencananya akan dikirim ke Alette –sebuah majalah mode, tempat impiannya
untuk bekerja- malah terkirim ke Succesful Saving.
The best
thing adalah Editor Majalah Succesful Saving, Luke Brandon, menyukai artikel
yang dibuat oleh Rebecca. Dalam masa percobaan kerja 3 bulan, Luke Brandon meminta
Rebecca menulis sebuah artikel yang akhirnya mengangkat namanya menjadi
kolumnis yang menaikkan citra perusahaan. The Girl in the green scarf (gadis
dengan selendang / syal hijau), nama yang cantik yang diusulkan Luke Brandon sebagai
nama pena buat Rebecca. Selendang hijau itu dibeli Rebecca dengan uang
pemberian dari Luke Brandonkarena Luke Brandon kasihan ketika Rebecca berbohong
bahwa Selendang hijau itu diperlukan untuk Bibinya yang kedinginan di Rumah
Sakit.
Akhir
cerita, Rebecca ditemani Luke Brandon masuk di salah satu acara televisi untuk
membahas artikelnya. Dan disitulah Rebecca dipermalukan saat Derek Smeath hadir
dan membacakan alasan-alasan Rebecca selama masa penagihan hutang. Luke Brandonmarah,
merasa dibohongi.
Ditambah
lagi, baju pengiring pengantin untuk pernikahan Suze juga tergadaikan di toko
amal karena program perkumpulan anti belanja yang diikutinya memintanya untuk
menyumbangkan baju tersebut ke toko amal ketika Rebecca secara tidak sengaja
hadir di perkumpulan anti belanja tersebut membawa tas belanjaan. Suze nya
marah besar. Bahasa kita nya ujian kali ya buat si Rebecca, atau musibah?
Hal apa yang
mengesankan?
Pertama,
dari acara televisi yang mungkin telah mempermalukannya tersebut, ternyata
hikmahnya langsung kelihatan. Terbukti dengan Alette Naylor, Owner majalah Alette
datang ke rumahnya untuk mengajak Rebecca bergabung di Alette. Ah..siapa sih
yang bisa nolak? Pekerjaan impian sudah di depan mata. Tapi dengan tegas
Rebecca berkata “aku sudah banyak melakukan kesalahan. Jika aku bergabung
dengan Alette, aku akan menambah kesalahanku”. Komen saya : Good job Rebecca ! Ibarat pepatah, berani menolak sesuatu
yang tidak baik maka kamu akan mendapatkan gantinya yang jauh lebih baik.
Kedua, dengan
kesalahan yang telah dibuatnya tadi, Rebecca bangkit dan memperbaiki diri. Dia
melelang semua barang belanjaannya yang seabrek-abrek termasuk selendang hijau
yang sangat berarti dalam karirnya. Semua barang ludes terjual dan selendang
hijau pun jatuh kepada seorang gadis muda penawar lelang seharga 300 USD. Akhirnya
dari hasil lelang tersebut, Rebecca mampu membayar hutangnya ke Derek Smeath.
Hutang pun lunas. Komen saya : dalam
hidup, pastinya kita pernah melakukan
kesalahan. Kalo kata Bung Roma, orang yang baik bukannya tidak pernah melakukan
kesalahan. Tetapi yang melakukan kesalahan dan memperbaikinya. Hehe…kalo tidak,
kata Bung Roma lagi “ter-la-lu”
Ketiga,
akhirnya Rebecca bisa mendapatkan kembali baju pengiring pengantinnya dan bisa
hadir di acara pernikahan sahabat baiknya, Suze. Suze pun memaafkan Rebecca. Komen saya : Ah, cinta selalu bisa memberi
maaf... Senangnya punya sahabat seperti itu. Sefatal-fatalnya kesalahanmu,
seorang sahabat akan memberi maaf jika kamu memperbaiki kesalahanmu. Sahabat
baik itu memang harus dimiliki. Mereka bagaikan keluargamu sendiri. Seperti hadits
"Dan perumpamaan teman yang baik, ibarat seorang penjual minyak wangi.
Kalaupun dia tidak memberikan minyak wanginya, setidaknya kita mendapatkan
aromanya yang semerbak. Sementara perumpamaan teman yang jahat, tak ubahnya
seperti tukang besi. Kalaupun kita tidak terkena asap hitamnya, setidaknya kita
akan mencium bau busuk dari tungkunya."
Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab Al-Adab (4191).
Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab Al-Adab (4191).
Keempat,
sepulangnya dari acara pernikahan Suze, Rebecca bertemu dengan Luke Brandon.
Luke Brandon pun memaafkan Rebecca, kemudian memberikannya selendang hijau yang
sudah dilelangnya tadi. Ternyata gadis muda pemenang lelang tadi adalah orang
yang disuruh Luke Brandon untuk mengikuti lelang. Rebecca akhirnya bekerja di
majalah baru yang dipimpin Luke Brandon dan menjalin hubungan dengannya. Komen saya : Ah, habis gelap terbitlah
terang. Habis hujan terbitlah pelangi. Ah, sekali lagi…, cinta selalu bisa
memberi maaf...
Then,
Rebecca had it all after she fixed her mistakes; friendship, job and man who
love her very much.
Nah kan…kita
bisa mengambil pelajaran bahkan pada suatu film drama western seperti
Confessions of A Shopaholic ini.
Akhir kata,
saya akan menukil terjemahan dari dua buah Q.S berikut ini :
“Sesungguhnya
Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang
mengubah apa apa yang pada diri mereka ” (QS (Ar-Ra’du) 13:11)
“Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan
sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu
berharap.”
(QS (Al-'Asyr) 94:5-8).
(QS (Al-'Asyr) 94:5-8).
Sekian dari
saya, have a nice reading….
(Note : Tulisan ini pernah saya publish di Facebook note saya pada tanggal 10 Maret 2013)
No comments:
Post a Comment