Sambil menemani keponakanku yang sibuk melipat2 daun jambu, aku memperhatikan orang2 yang lalu lalang. Mereka yang akan memulai hari ini dengan aktivitas2, ada yang nganterin anaknya sekolah, ibu2 yang baru pulang dari warung membawa seikat bayam, nenek2 yang menggendong cucu kecilnya sambil menyuapkan bubur, dan perhatianku tertuju pada mamang galon (sebutan untuk orang yang mengambil galon air kosong ke rumah2 pelanggannya dan mengantarkannya kembali dengan galon penuh berisi air minum) yang naik motor dengan galon2 kosong terikat pada motor yang dikendarainya dari ujung jalan, tangan kirinya pun memegang tiga galon air sambil memegang stang motor.
Si mamang stop di depan rumah, krn memang rumah kami adalah salah satu pelanggannya, mengambil galon kosong yang disodorkan oleh papa ku kemudian kembali ke motornya yang tanpa kaca spion itu. Si mamang melanjutkan perjalanannya setelah mengatur galon2 kosong tsb termasuk beberapa galon yang dipegang di tangan kanan dan kiri sambil memegang stang motor demi menjaga keseimbangan.
Pernahkah anda menghitung brp galon yg dibawanya? Subhanallah..., fantastik, aku hanya mengira jumlahnya sekitar 20 atau mungkin lebih?
Aku masih tertegun melihat pemandangan itu. Kadang berpikir, orang lain aja tahan nyari rezeki segitunya, kenapa kita yang mungkin memiliki pekerjaan lebih baik, lupa bersyukur atau kadang banyak mengeluh. Ah, jadi malu sama diri sendiri.
Dan satu hal atau lebih yang bisa aku tarik dari kisah pagi ini, si mamang tampak bahagia, menjalani pekerjaannya dengan sepenuh hati, tersenyum ramah kepada setiap pelanggannya, itu yang menjadikannya semangat dalam menjalani hari, meraih rezeki di pagi hari.
No comments:
Post a Comment